Senin, 19 Mei 2014

Pasar Modal



Pasar Modal
Uang sebagai subyek dan sekaligus obyek itu dapat membentuk system yang disebut systemkeuangan, yaitu perpindahan dari pihak yang memiliki kelebihan uang ke pihak yang  membutuhkan uang yang menciptakan harta keuangan dan kewajiban keuangan,  atau dapat dikatakan perpindahan dana  dari pihak yang memiliki surplus tabungan  ke pihak yang mengalami defisit tabungan.
Pihak yang memiliki surplus tabungan menciptakan harta keuangan (financial assets) dan 
pihak yang mengalami defisit tabungan  mencipta kewajiban keuangan (financial  liability) Perpindahan uang itu  dilakukan dalam suatu pasar yang disebut pasar  keuangan  dan  pasar modal (pasar bursa).
Pasar Keuangan (Financial Markets)
Pasar keuangan adalah tempat transaksi  keuangan yang menimbulkan  harta  keuangan  dan kewajiban keuangan (financial intermediary).
v PERANAN PEMERINTAH
Peranan pemerintah dalam sector keuangan terdiri dari kebijakan moneter (Bank Sentral)  dan kebijakan  fiskal (perpajakan).  Kebijakan  bank  sentral  menyangkut  mengenai  tingkat suku Bunga.Jika jumlah uang beredar dalam masyarakat  banyak, maka  bank  sentral akan menaikkan suku bunga agar uang tersebut masuk ke dunia  perbankan.  Hal itu di lakukan untuk  mengendalikan inflasi.
Di samping itu, pemerintah melaksanakan kebijakan fiskal, yaitu tingkat pajak yang  di kenakan kepada perusahaan atau badan usaha.  Jika negara membutuhkan uang untuk  membiayai administrasi pemerintah,  maka tingkat pajak tinggi. 

Dampaknya adalah       rumah tangga keluarga danrumah tangga  perusahaan   pendapatan atau  sisa  laba kecil.  Dengan  sisa  laba  kecil, perusahaan  tidak  mampu  mengadakan  ekspansi dan kesempatan kerja sempit.
Jika persediaan uang di bank banyak, bank sentral akan menurunkan suku bunga, supaya para pengusaha meminjam uang untuk investasi.  Makin rendah suku bunga makin tinggi  investasi, makin  luas kesempatan kerja,  makin tinggi pendapatan  masyarakat.  Kesempatan  kerja juga dapat di tentukan oleh tingkat pajak perseroan,
Jika tingkat pajak rendah, maka laba perusahaan besa dan perusahaan dapat mengadakan 
ekspansi yang dapat membuka lapangan kerja baru dan dapat meningkatkan  pendapatan  masyarakat.Dengan Demikian, untuk menyediakan kesempatan kerja, pemerintah dapat 
memainkan instrumen bank sentral dan departemen keuangan, bank sentral  mempunyai  wewenang  mengatur tingkat suku bunga, dan departemen keuangan mempunyai  wewenang  mengatur tingkat pajak.
JENIS – JENIS INSTRUMEN KEUANGAN
Klasifikasi dasar instrumen keuangan meliputi  tiga kategori utama :
1.       Mata Uang
2.       Utang (obligasi)
3.       Kepemilikan (saham)
LEMBAGA PASAR KEUANGAN
1.     Pasar Pertama ( Pasar Perdana )
          Pasar primer ( primary market ),dimana  saham dan obligasi pertama kali di jual
          di pasar    bursa.
2.     Pasar Kedua
a.Pasar Sekunder (secondary market), dimana saham dan obligasi tersebut kemudian
              dipedagangkan seperti : komoditi di pasar, harganya tergantung permintaan dan
              penawaran.
b.Perdagangan saham di pasar sekunder ini  merupakan  “ judi “  Bagi  kaum  kapitalis  untuk memperoleh keuntungan. Barang siapa yang  tidak ahli  “ bermain “  atau “ judi “ saham jangan melibatkan diri dalam  jual -beli  saham  di pasar sekunder.
3. Pasar Ketiga
a.      (1) Pasar Bebas Surat berharga (Over-the-Counter) = OTC    (2) Pasar Bebas
(OTC) surat berharga adalah istilah yang         digunakan untuk semua kegiatan  penjualan dan pembelian  Surat  berharga yang tidak  terjadi  di bursa  saham, dimana penjual dan pembeli  langsung berhubungan, atau menggunakan     mediator  di luar pasar bursa
3.     Pasar Keempat
          Pasar Keempat (fourth market) merupakan   transfer langsung  blok  Saham  antar  lembaga -lembaga investasi tanpa melalui perantara
v Surat Utang Internasional
Pasar utang internasional terdiri dari tiga unsur  utama :
1.Obligasi luar negeri,yaitu surat utang  yang di    terbitkan  di sebuah  negara  di luar  negeri dan  di beri  nilai dalam  mata uang  negara tersebut, biasanya  untuk  investasi  bagi  pembelinya.
2.Eurobond, yaitu surat utang jangka panjang yang di terbitkan oleh negara–negara Uni Eropa, biasanya untuk investasi bagi pembelinya.
3.  Surat Niaga Eropa (Euro –commercial paper), yaitu surat utang jangka    pendek  model yang di terbitkan oleh negara –negara uni eropa, biasanya untuk modal kerja  untuk penerbitnya.
v Keputusan Mendaftar Atau Tidak       Mendaftar Saham
          Perusahaan yang akan Go–Public harus  mendaftarkan  terlebih  dahulu  di pasar  bursa.Untuk mendaftarkan sahamnya, perusahaan    harus memenuhi syarat–syarat  bursa  yang menyangkut besarnya perusahaan, lamanya  bisnis  yang  telah  dilakukan,  catatan  tentang laba, jumlah saham yang beredar dan nilai pasarnya.
v Perdagangan Saham
Dalam dunia bisnis surat berharga lazim di kenal Perdagangan Marjin (marjin trading)  dan penjualan cepat (Short Selling). Kedua jenis perdagangan tersebut melalui  broker saham, dan mungkin pihak pedagang tidak memiliki saham, namun bisa pinjam  saham dari broker.
Perdagangan Marjin (Margin Trading)Membeli saham saat ini karena diperkirakan 
harganya akan naik dimasa mendatang . Misal Tuan A ingin memberi saham 10 lembar, harga per lembar Rp 1.000 Dalam waktu satu tahun harganya naik menjadi Rp 1.200  per lembar,komisi broker 5 %,maka laba tuan A:
Pembelian saham 10 saham x Rp 1000
 Rp 10,000


Komisi broken 5% x Rp 10.000
 Rp      500


Jumlah Investasi

 Rp 10,500

Penjualan saham 10 saham x Rp 1.200
 Rp 12,000


Komisi broken 5% x Rp 12.000
 Rp    (600)


Pendapatan


 Rp  11,400
Pengeluaran Investasi


 Rp (10,500)
Retur on Investment atau ROI


 Rp       900
Presentase ROI = ( Rp900/Rp 10.000)x100%


 9,00%

Menujal saham saat ini karena diperkirakan harganya akan turun di masa mendatang.  Misal tuan A ingin menjual saham 10 lembar, harga per lembar Rp 1000.  dalam  waktu  satu tahun  harganya turun menjadi Rp 800 per lembar, komisi  broken 5,  maka laba  Tuan  A:

Pembelian saham 10 saham x Rp 1000
 Rp   10,000


Komisi broken 5% x Rp 10.000
 Rp      (500)


Jumlah Penerimaan

 Rp   9,500

Penjualan saham 10 saham x Rp 800
 Rp     8,000


Komisi broken 5% x Rp 800
 Rp        400


Jumlah Pengeluaran


 Rp    8,400
Jumlah Penerimaan


 Rp    9,500
Retur on Investment atau ROI


 Rp    1,100
Presentase ROI = ( Rp1.100/Rp 9.500)x100%


 11,58%

v Manfaat Pasar Bursa
a.     Pasar burasa surat berharga dapat memperlancar  proses investasi dengan biaya   yang murah dan efisien.
b.     Pasar bursa mampu menguji nilai dari surat berharga dengan mengadakan transaksi jual beli kontiniu.
c.      Pasar Bursa dapat membantu mensatbilkan harga surat berharga.
d.     Pasar bursa surat berharga membantu dan memperlancar proses penjualan saham baru.
v Peranan Manager Keuangan
Suatu perusahaan siklus uangnya diatur oleh Manajer Keuangan. Ia melakukan pilihan-
pilihan memperoleh dana ekstern, dan mengendalikan dana yang diperoleh      agar  penggunaannya efektif, melalui berbagai pasar keuangan untuk memenuhi kebutuhan modal perusahaan.

Hubungan Pasar Keuangan dengan Manajer Keuangan Perusahaan

·       Efisiensi pasar
Efisiensi dalam pasar saham menunjukan secara tidak langsung bahwa seluruh informasi
relevan yang tersedia tentang suatu saham langsung tercermin dalam harganya.



  Hasil dan Resiko
RISIKO BISNIS
Dalam dunia bisnis ada dalil klasik yakni  menanggung risiko yang sekecil-kecilnya untuk
memperoleh hasil sebesar-besarnya.
 UKURAN HASIL DAN RISIKO
Ukuran hasil dapat dinyatakan dengan hasil yang diharapkan (expected return) dan hasil 
yang diperlukan (required return).  Hasil yang diharapkan ialah rata-rata hasil  atau lazim  disebut hasil normal.
·       Sedangkan hasil yang diperlukan ialah hasil yang disesuaikan dengan :
1.     Tingkat hasil bebas risiko  (suku bunga deposito Bank Sentral)
2.     Premi risiko pasar  (hasil pasar bursa dikurangi hasil bebas risiko
3.     Keefesiensi beta (covariasi hasil pasar dengan hasil investasi perusahaan tertentu  dibagi varian hasil pasar)
·       Sedangkan ukuran risiko yang lazim dipakai  adalah :
1) Deviasi standar atas hasil
2) Keefisiensi variasi
3) Koefisien beta
·       DEVIASI STANDAR
Risiko investasi pada umumnya diukur dengan deviasi standar dari hasil yang diharapkan. Teknik perhitungannya adalah :
Keterangan :
σa      = deviasi standar hasil investasi proyek A
Ps      = probabilitas kondisi ekonomi
Ra     = hasil atas inevstasi pada proyek A
ERa  = hasil diharapkan (expected return) proyek A
·       KOEFISIEN VARIASI
Untuk menilai setiap investasi pada anak  perusahaan lazim digunakan koefisien variasi. 
Hal itu disebabkan karena kesulitan memilih  investasi atas  dasar  hasil  yang  diharapkan dan  risiko dengan menggunakan deviasi standar.
Teknik perhitungan koefiien variasi (coefficient variation atau CV) adalah deviasi  tandar  dibagi  hasil yang  diharapkan :
Koefisien Variasi sebagai Pengukur Resiko

Harta
Hasil  diharapkan
Standar   deviasi
Koefisien  variasi
G
H
I
0,12
0,20
0,15
0,10
0,22
0,10
0,83
1,10
0,67
Jika standar deviasi yang digunakan sebagai  ukuran risiko investasi secara individu,  maka ukuran tersebut harus dinormalisasikan  dengan  membagi  standar  deviasi  dengan  hasil  yang diharapkan untuk mendapatkan koefisien  variasi,  maka  investor  akan  memilik  proyek 1  karena koefisien variasinya paling kecil  dibanding proyek G dan H. 
Pemikiran ini didasarkan bahwa investor hakikatnya adalah mencari risiko yang paling 
kecil, atau menghindari risiko.
 KOEFISIEN BETA
Koefisien beta adalah ukuran risiko yang  didasarkan hubungan hasil proyek investasi 
tertentu dengan hasil pasar yang dibagi dengan  varian pasar.  Teknik  perhitungan  itu  dapat  dinyatakan sebagai berikut :
Keterangan :
Βj                         = koefisien beta (besarnya risiko)
Cov (Rj,Rm)          = kovarian hasil proyek j    dengan hasil pasar
R2m                      = varian pasar

Ø Penyajian Laporan Keuangan
Kegiatan bisnis adalah mencari keuntungan yangdigerakkan oleh kapital. Kapital ialah  uang, barang,  ilmu,  teknologi,  dan kemampuna  SumberDaya  Manusia yang  digunakan  untuk mencari keuntungan.  Kaum yang memiliki  kapital untukmencari  keuntungan  disebut kaum kapitalis.  Kaum kapitalis menggunakan Perusahaan  untuk  mencari  keuntungan.




Agar keuntungan dapat diperoleh secara  maksimal, kapital harus di kelola dengan baik. 
Pengelolaan kapital dalam Perusahaan disebut  Manajemen  Keuangan  atau Manajemen  Kapital. Kapital harus  diperoleh dengan syarat yang  semurah-murahnya  dan digunakan  dalam  kegiatan bisnis harus efektif, efisien, produktif,  dan menguntungkan.  Inti pokok  dalam  perolehan dan penggunaan kapital adalah keuntungan.
Dengan demikian Manajemen Keuangan dapat didefinisikan sebagai :
a.     Usaha manajemen untuk memperoleh dana  (modal) dengan biaya semurah- murahnya.

b.  Menggunakan dana yang efektif, efisien, dan  produktif dengan tujuan akhir untuk 
memperoleh keuntungan.
Dalam kegiatan Perusahaan, sumber kapital atau sumber dana diperoleh dari eksternal  dan internal. Sumber dana eksternal antara lain dari :
a.     Modal Pemilik (ekuitas atau ekuiti) yaitu setoran barang atau uang tunai, atau  segala  sesuatu yang dapat dijadikan uang untuk  memulai kegiatan bisnis.
b. Utang (debts), Pinjaman dari Pihak ketiga khususnya dari lembaga keuangan untuk menambah modal. Kedua jenis sumber dana  eksternal  itu merupakan  milik Pihak  ketiga.Perusahaan yang menggunakannya harus membayar sewa. Sewa bagi modal Pimilikdisebut laba yang dibagikan. Dan sewa bagi pemberi  utang (kreditur)  desebut  bunga. 
Laba yang di harapkan Pemilik Perusahaan  dan bunga yang dibayar kepada Kreditur 
merupakan biaya yang harus di tanggung  Perusahaan., yang lazim disebut biaya modal 
(cosf of capital).
Sumber internal berasal dari kemampuan  manajemen menyisihkan laba untuk  Mengembangkan  perusahaan, lazim sebut laba  ditahan, dan dari  kemampuan  menyisihkan dan untuk mengganti peralatan yang digunakan dalam kegiatan bisnis,  lazim disebut penyusutan. 
Ø Dengan demikiansumber dana internal adalah :
a.       Laba ditahan (retained earning)
b.       Penyusutan  (depreciation amortization deplesion)
Ø Pengguanaan kapital (dana) dalam kegiatan  bisnis adalah untuk :
a.       Mendirikan Perusahaan
b.       Membeli peralatan bisnis, yang lazim disebut  harta tetap (fixed assets).
c.       Untuk mengoperasikan peralatan tersebut  yang lazimdisebut modal kerja  (working kapital).




Jika Perusahaan memiliki kelebihan dana dapat  diinvestasikan keharta keuangan 
(finansial assets)  pada Perusahaan lain.  Dengan demikian hakikat penggunaan dana 
adalah untuk :
a.          Investasi pada modal kerja  (working kapital/current assets) yaitu modal  yang  digunakan  untuk kegiatan bisnis dan  menggerakkan peralatan bisnis.
b.       Investasi pada harta keuangan  (finansial assets), dana yang ditanam disektor 
surat-suratberharga atau penyertaan pada  Perusahaan  lain  melalui  kepemilikan  saham  dan atau obligasi.
c.       Investasi pada harta (fixed assets),  peralatan untuk melakukan kegiatan bisnis.
d.       Investasi pada harta tidak berwujud  (intangible assets),  biaya pendirian Perusahaa,  biaya untuk memperoleh hak Pengelolaan  Sumber Daya Alam,  yang  akan  dibebankan keperhitungan rugi-laba secara berkala.
1. Penyajian Neraca dan Laba-Rugi
Laporan sumber dan penggunaan dana dapat di sajikan dalam bentuk Laporan Posisi Keuangan (balance sheet) dan Laporan Perhitungan  Rugi-Laba (income statemen). 
Laporan  posisi keuangan suatu Perusahaan  terdiri dari harta (assets), kewajiban (liabilities),  dan modal, atau neraca merupakan persamaan 
dari : Harta =Utang + Modal
Harta terdiri dari :
a.  Harta lancar (current assets)
b.  Harta Keuangan (finansial assets)
c.  Harta tetap (fixed assets)
d.     Harta tidak berwujud (ingetible assets)
Kewajiban terdiri dari :
a.  Utang lamcar (current liabilities)
b.     Utang jangka panjang (long term debt)
Modal terdiri dari :
a.       Modal saham istimewa (prefered stock)
b.       Modal saham biasa (common stock)
c.       Laba ditahan (retained earning)
Perhitugan rugi-laba terdiri dari :
a.  Pendapatan yaitu hasil penjualan umumnya adalah penjualan bersih dan  pendapatan   lain lain  (other income)
b.  Beban (expenses) yang terdiri dari :
          1.  beban (harga) pokok penjualan  (cost of goods sold)
  2. beban usaha (commercial expenses) yang  terdiri dari beban pemasaran   (marketing expenses dan beban administrasi  (administrative expenses)
          3. beban bunga (interest expenses)
          4. beban pajak (corporate tax expenses),  atau pajak atas laba

Kegiatan operasi Perusahaan hasilnya disajikan dalam suatu laporan yang disebut 
Laporan Rugi-Laba atau income statement.  Terdapat dua jenis laporan rugi-laba yaitu:
a.     Untuk Pihak luar Perusahaan yaitu untuk para Pegang Saham, lembaga keuangan, pajak, serikat buruh, dan sebagainya.
b.     Untuk pihak manajemen yaitu untuk  pengambilan keputusan investasi jangka  panjang dan untuk perencanaan laba jangka  pendek.

Laporan Rugi-Laba (income statement
PT. ABC 31 Desember 2002Pendekatan Fungsi Manajemen 
(functional Management approarch)Untuk Pihak Luar 
(for exsternal parties), (perhitungan dalam rupiah)

Nama Perkiraan (accounts)                                          Rupiah                Ratio
Pendapatan (sales)                                                           10.000                   100,0%
Harga pokok penjualan   (cost of goods sold)                     6.000                     60,0%
Laba kotor (gross profit)                                                  4.000                     40,0%
Beban pemasaran  (marketing expenses)                           1.230                     12,3%
Beban administrasi  (administrasi expenses)                     500                        5,0%
Laba operasi (operating profit)                                         2.270                     22,7%
Pendapatan (beban) lain-lain                                           230                        2,3%
 (other incomes (expenses)
Penghasilan sebelum bunga dan pajak                              2.500                    25,0%
 [eaning before interest & tax (EBIT)]
Beban bunga (interest expenses)                                        1.040                    10,4%
Penghasilan sebelum pajak                                               1.460                    14,6%
[earning before tax (EBIT)]
Beban pajak(tax expenses 30% x 1.460)                           438                       4,4%
Laba bersih [earning after tax (EAT)]                                1.022                    10,2%

Keterangan :
a.     Perhitungan laba rugi diatas yang  lazim disajikan pada berbagai laporan  keuangan  secara umum, dimuat di surat-surat kabar,  majalah, brosur dan sebagainy. 
Garis besarnya memuat tentang pendapatan (revenue) dan beban-beban  (expenses)  Perusahaan.
b.     Beban pokok penjualan atau  cost of goods sold merupakan beban yang  paling tinggi,  diikuti oleh beban pemasaran  dan beban  administras.  Ketiga  beban  itu 
          lazim disebut beban operasi (operating expenses).
c.      Beban bunga, besarnya tergantung pada besarnya pinjaman dan besarnya suku  bunga, makin tinggi perusahaan di biayai oleh  utang,  makin  tinggi  beban  bunganya,  dan  makin tinggi resiko keuangan Perusahaan.
d.     Beban pajak yaitu pajak atas laba  tergantung pada besarnya keputusan  Pemerintah  tentang pajak penghasilan  Perusahaan dan tergantung besarnya 
          laba kena pajak
Disamping manjemen Perusahaan menyajikan perhitungan rugi-laba, ia juga menyajikan
perhitungan laba ditahan  (retained earning statement). Perhitungan ini  menjanjikan  besarnya  laba bersih yang dibagikan kepada Pemegang Saham sebagai  Deviden  dan  besarnya laba.

Ø Manajemen Persediaan
Ø Pengertian Persediaan
Adalah salah satu harta (asset) perusahaan yang bersifat likuid, yang terdiri dari persediaan  bahan baku, persediaan bahan setengah jadi,  persediaan barang jadi. Persediaan merupakan bagian terbesar dari  aktiva lancar sekitar 80 % dari aktiva  lancar dan  kurang lebih 30 % dari total aktiva. Modal yang  terikat dalam persediaan merupakan aktiva  lancar  dan modal kerja yang paling tidak likuid.
Jenis-Jenis Persediaan
1. Persediaan Bahan Baku ( Raw Materials )
Jumlahnya dipengaruhi perkiraan atau anggaran produksi, sifat musiman produksi, 
kepastian pemasok dan efisiensi jadwal  produksi. Perlu memperhatikan :
          -        Lead time yaitu waktu antara saat  melakukan  pemesanan sampai dengan                       menerima     pesanan tersebut.
          -        Jumlah pemakaian bahan baku.
-        Jumlah investasi dalam persediaan bahan baku.
          -        Karakteristik fisik dari bahan baku.


2. Persediaan Barang Setengah Jadi  (Good in Process),
disebut juga dengan Barang dalam proses yang sangat dipengaruhi oleh lamanya proses produksi.  Kompleksitas  proses produksi mempengaruhi biaya-biaya persediaan.
3. Persediaan Barang Jadi ( Finish Good )
Jumlahnya ditentukan oleh koordinasi antara bagian produksi dengan bagian penjualan.
Disyaratkan untuk sesuai dengan peramalan dan anggaran serta mengikuti perkembangan 
pasar dan jumlah permintaan
Harus dilakukan estimasi penjualan yang  Realistis. Bagian-Bagian yang Terkait
-        Bagian Pembelanjaan Sebagai bagian yang mengontrol efisiensi  pembelanjaan  perusahaan secara keseluruhan  khususnya persediaan bahan baku.
-          Bagian Pemasaran ( Marketing Division )Efektifitas penjualan akan mempengaruh  Jumlah persediaan barang jadi yang berarti juga  mempengaruhi  persediaan  bahan  baku.
-        Bagian Produksi ( Production Division )Efisiensi bahan baku dan efektifitas  barang jadi.
-        Bagian Pengadaan ( Purchasing Division )Menjaga kelangsungan proses produksi.
Ø Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
1. Tingkat penjualan yang dapat dihitung melalui perputaran penjualan
2. Tingkat sifat teknis dan lamanya proses  produksi
3. Daya tahan produk akhir
Biaya Persediaan
Pengembangan teoritis untuk proses menentukan jumlah persediaan yang optimum,
investasi persediaan & waktu pemesanan kembali bahan baku.
Jenis-Jenis Biaya
1. Biaya Penyimpanan
          1.1. Biaya gudang
          1.2. Biaya asuransi
          1.3. Biaya pajak
          1.4. Biaya modal
          1.5. Biaya penyusutan & keusangan
2. Biaya Pemesanan
          2.1. Biaya memesan & set up mesin
          2.2. Biaya pengiriman
          2.3. Potongan harga
3. Biaya Persesiaan Pengaman
          3.1. Kehilangan penjualan
          3.2. Kehilangan kepercayaan pelanggan
          3.3. Gangguan jadwal produksi
Perhitungan Biaya Penyimpanan  (Carrying Cost) Biasanya sebesar 20 % s.d 25 %  dari  nilai persediaan.Biaya Penyimpanan = C * P * A
      = % Biaya peyimpanan terhadap persediaan
      = Jumlah unit persediaan rata-rata
= jumlah persediaan baku / pembelian pertahun
      = Harga perunit persediaan
Pembelian persediaan bahan baku dilakukan  persemester atau 2 X pertahun.
Jumlah persediaan yang dibutuhkan adalah   4.000 unit
Harga perunit bahan baku Rp. 10.000,-
Biaya penyimpanan adalah 20.000 atau  (2.000 / 10.000 = 20 %)
·       Biaya Penyimpanan       
= ( 20 % ) X ( 4.000 / 2 ) ( 10.000 )
= 0,2 * 2.000 * 10.000
= 4.000.00  Biaya Penyimpanan perunit      
= 4.000.000 / 4.000 = 1.000 per unit
Perhitungan Biaya Pemesanan ( Ordering Cost ) Rumusan untuk biaya pemesanan adalah  sebagai  berikut :
Biaya Pemesanan = F + ( V * N )
            Biaya tetap pemesanan
            Biaya variabel pemesanan seperti untuk  telpon, ekspedisi dan lainnya
            Frekwensi memesan
      Unit terpakai / Jumlah pesanan ( U / Q )
Sehingga biaya pemesanan dapat diformulasikan sebagai berikut :
Biaya Pemesanan = F + [ V * ( U / Q )]

Contoh :
Biaya tetap untuk setiap kali pesan adalah  Rp. 6.000.000 untuk pembelian 4.000 unit 
bahan baku. Biaya variabel untuk pesanan  adalah Rp. 200.000 Pemesanan  semesteran  atau  2 X pertahun Q = 4.000 / 2 = 2.000
Biaya pemesanan  
= 6.000.000 + [ 200.000 * ( 4.000 / 2.000 )]
= 6.000.000 + ( 200.000 * 2 ) = 6.400.000,-
Pengendalian Persediaan
          Pengawasan Sistem ABC Penggunaan sistem dengan membagi item  dalam  kelompok  A, B, C dan seterusnya  dengan uturan berdasar besarnya investasi Model  Economic Order Quantity ( EOQ )
Economical Order Quantity adalah merupakan  sejumlah barang yang dapat  diperoleh  dengan  biaya yang minimum atau merupakan jumlah pesanan yang paling ekonomis.
Yang dimaksud dengan economic order quantity  menurut Sukarto Reksohardiprojo dan 
Indriyo Bitisudarmo (1986 : 291) adalah :  “economic order quantity sebenarnya 
merupakan volume atau jumlah pembelian yangpaling ekonomis untuk dilaksanakan pada setiap  kali pembelian”.
Menurut Sofjan Assauri (1980 : 193)  mengemukakan bahwa :“economic  order  quantity  adalah merupakan  jumlah atau besarnya pesanan yang memiliki  Jumlah Ordering  Cost  dan Carrying Cost  per tahun yang paling minimal”.
·       Penerapan model economic order quantity ini  didasarkan beberapa asumsi, yaitu :
a. Harga pembelian bahan per unit konstan
b. Setiap saat kebutuhan bahan selalu tersedia  di pasar
c. Jumlah produksi yang menggunakan bahan  baku, relatif stabil sepanjang tahun
d. Biaya pemesanan setiap tahun konstan
e. Biaya pemeliharaan per tahun merupakan  prosentase tetap dari nilai rata- rata  persediaan  
f.Tidak ada potongan tunai atas pembelian bahan.
Kebaikan dan Kelemahan Economic Order  Quantity sebagai cara penentuan jumlah 
pembelian yang optimal.
       Kebaikan
a. economic order quantity sebagai penentu  jumlah pesanan yang paling ekonomis guna  menghindari adanya pemborosan
b. Supplay bahan baku sesuai dengan kebutuhan perusahaan
Kelemahan
a. Rumus economic order quantity tidak memperhatikan batas kerusakan materi atau 
bahan baku, padahal batas kerusakan selalu ada pada setiap material.
b. Harga bahan baku berapapun jumlah yang dibeli dianggap sama dengan harga per unit

Penggunaan model pemesanan yang paling  ekonomis ( EOQ ) dengan mempertimbangkan 
biaya operasi & finansial. Dengan asumsi :
-        Jumlah total kebutuhan bahan baku pertahun  diketahui.
-        Pesanan dapat segera dipenuhi.
-        Total biaya persediaan adalah penjumlahan  dari biaya pemesanan ditambah dengan biaya  penyimpanan
-                     Biaya pemesanan bersifat tetap sepanjang tahun.
-        Biaya penyimpanan dalam jumlah % yang tetap sepanjang tahun.
-        Pemasok tidak memberi potongan harga.
-        Jumlah pemakaian bahan baku tetap untuk satu periode tertentu

V = Biaya variabel
U = Jumlah persediaan pertahun
C = % Biaya peyimpanan terhadap persediaan
P = Harga perunit persediaan
Contoh :
Dalam setahun sebuah perusahaan memerlukan 4.000 unit bahan baku dengan biaya  variabel pemesanan sebesar Rp. 200.000, dengan biaya penyimpanan sebesar 20 % dari 
biaya pemesanan sedangkan harga perunit bahan baku adalah  Rp. 10.000
Pembahasan :
         
Pemesanan yang ekonomis :
4.000 / 895  = 4,5 x pertahun Total Biaya Persediaan :
T             ( C * P * A) + ( V * N ) + F
                [(20%) (10.000) (4.000 / 2) + 200.000 (4.000 / 895) + 6.000.000
                4.000.000 + 900.000 + 6.000.000
                10.900.000
C       =       % Biaya peyimpanan terhadap persediaan
P       =       Harga perunit persediaan
A       =       Rata-rata persediaan
V       =       Biaya variabel
N       =       EOQ
F       =       Biaya tetap untuk  setiap kali pesan
Pengembangan Model EOQ
Pada perusahaan yang membuat persediaan sendiri tergantung pada kapasitas produksi 
per hari atau yang disebut dengan R. Untuk kapasitas per tahun dikalikan dengan 360   
Contoh :
Sebuah perusahaan dengan kapasitas produksi bahan baku perhari 20 unit. Lama produksi = Q / R
            = 4.000 / ( 20 * 360 )
            = 4.000 / 7.200
            = 0,556
Jumlah Persediaan Maksimal
            = Q/R(R–U)
            = Q – ( UQ / R )
            = 895 - [ ( 4.000 * 895 ) / 7.200 ]
            = 895 - ( 3.580.000 / 7.200 )
            = 895 - 497,2
= 397, 8 = 398 unit per pesan
Total Biaya Penyimpanan
                C*P*(Q/2)*(1–U/R)
                ( 20% ) * ( 10.000 ) * ( 4.000 / 2 ) * 
                   [ 1 - ( 4.000 / 7.200 ) ]
                ( 0,2 ) * ( 10.000 ) * ( 2.000 ) ( 1 - 0,556 )
                ( 2.000 ) * ( 2.000 ) ( 0,444 )
                1.776.000
Total Biaya Pemesanan
                F+[V *(U/Q)]
                6.000.000 + [ 200.000 * ( 4.000 / 398 ) ]
                6.000.000 + ( 200.000 * 10,05 )
                6.000.000 + 2.010.000
                8.010.000

Total Biaya Persediaan
          = 1.776.000 + 8.010.000
          = 9.786.000
Jumlah Ekonomis Pemesanan Bahan baku :




Perhitungannya :
Titik Pemesanan Kembali ( Reorder Point )
Merupakan jumlah minimal persediaan (batas minimal) untuk melakukan pemesanan
kembali guna mencegah kehabisan bahan baku yang menyebabkan berhentinya proses  produksi.
= Waktu pemesanan ( lead time ) X Jumlah pemakaian perhari  Safety Stock
Merupakan jumlah minimum dari persediaan minimal yang diperkenankan dan merupakan 
jumlah persediaan minimal untuk melakukan pembelian persediaan kembali  ( Reorder  Point )
= (EOQ/2) + Biaya Persediaan Per unit (Cu) + (safety stock X Cu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar